Angkat Unsur Kebudayaan, HMJ Manajemen Dakwah Tutup DAMAGE 2018

Menjalani beberapa rangkaian acara Da’waa Management (Damage) Festival dalam satu minggu terakhir, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) menutup rangkaian acara tersebut dengan mengadakan festival musik. Acara ini dilaksanakan pada Kamis (25/10) bertempat di Taman FIDIKOM. Acara ini mengundang bintang tamu utama Efekopi, Lahilla, dan Foya KPJ, acara berjalan meriah dengan dihadiri oleh penonton yang juga dari jurusan yang berada di FIDIKOM.

Ketua HMJ MD, Muhammad Rizky Maliq mengatakan, tema yang diangkat dalam acara penutupan ini tidak jauh dengan tema besar dalam acara DAMAGE 2018, yaitu mengangkat tentang kebudayaan. Oleh karena itu, akan ada penampilan budaya dari mahasiswa MD, dan juga ada bintang tamu yang telah dipersiapkan oleh panitia. “Untuk pemilihan bintang tamu juga disesuaikan dengan tema yang diangkat, itulah kenapa panitia memilih Efekopi, Lahilla, dan Foya KPJ,” ujarnya. Ia melanjutkan, alasannya memilih Efekopi karena dari mulai dari pakaian yang digunakan itu pakaian budaya nusantara, dan lagu-lagu yang dibawakan juga kental dengan unsur budaya. “Lahilla, sebuah band yang salah satu personelnya merupakan lulusan jurusan di FIDIKOM, dan mengangkat unsur budaya pada lagu-lagu milik mereka. Untuk Foya KPJ merupakan musisi jalanan yang sangat tertarik dengan isu-isu sosial budaya,” tuturnya.Karena menurut Rizky, modernisasi merupakan rasionalisasi, bukan justru modernisasi yaitu westernisasi. Sehingga, penting untuk mahasiswa memahami bahwa tetap harus mengikut perkembangan jaman, tetapi tidak melupakan kebudayaan-kebudayaan nusantara.

Rizky menambahkan, tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat kekeluargaan sesama mahasiswa MD. “Karena kultur dalam jurusan MD itu adalah eratnya kekeluargaan yang terjalin, sehingga itulah yang menjadi tujuan utama dengan diadakannya acara ini. Mungkin terdapat tujuan lain yaitu, mahasiswa dapat memahami tentang pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan yang berada di Indonesia,” tutup Rizky.

Mahasiswa jurusan MD, Guntur Putra Pratama menuturkan, diadakannya acara penutupan dari MD ini merupakan bagian dari cara HMJ mempererat silaturahmi antar mahasiswa MD baik itu yang baru masuk maupun yang sudah lama. Jadi, untuk mahasiswa MD yang jarang terlihat oleh rekan satu angkatannya sendiri, dapat membaur dengan mahasiswa yang lain dalam acara ini. Guntur menambahkan, setiap acara memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. “Jika dilihat dari kekurangan acara ini, komunikasi yang terjalin sesama panitia tidak berjalan dengan baik. Untuk kelebihannya dalam acara ini, panitia mampu menjalankan seluruh rangkaian acara dari awal sampai puncaknya yaitu pada acara penutupan ini,” ungkapnya. Guntur berharap agar HMJ MD dapat membuat seluruh mahasiswa MD lebih mempererat hubungan satu sama lain. “Tidak hanya sesama mahasiswa MD tetapi komunikasi dengan jurusan lain juga tidak kalah penting, dan harus tetap terjalin dengan baik,” tandasnya.

(Muhamad Fajan/RDK FM)