Mendoakan Pemimpin

Mendoakan Pemimpin

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, MA

 

Terdapat pelajaran yang berharga bagi kita, ketika Rasulullah SAW bersabda: “Pemimpin terbaik bagi kalian adalah  mereka yang kalian cintai  dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Pemimpin terburuk bagi kalian adalah mereka yang kalian benci dan mereka membenci kalian” (HR. Muslim).

Hadits di atas mengemukakan pentingnya kerja sama antara rakyat biasa dengan pejabat negara. Kerja sama dalam hadits di atas, bukan sekadar menunjukkan kepatuhan terhadap semua peraturan yang dibuat pemerintah. Tetapi yang terpenting adalah membangun hubungan yang dilandasi cinta, keikhlasan, dan saling mendoakan. Inilah yang selama ini kita lupakan, rakyat dan pemimpin di negeri ini seolah menafikan campur tangan Tuhan dalam menuju negara-bangsa yang lebih baik.

Padahal bila saja semua pemimpin di lapis atas dan rakyat di seantero negeri ini saling mendoakan dan bersama-sama memohon ampun, maka tidak lama lagi perbaikan dalam berbagai segi akan terjadi. Allah yang menjanjikan hal itu, firman-Nya: “Maka Aku katakan kepada mereka: Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun  dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh/71:10-12)

Dengan demikian solusi bagi perbaikan negeri ini adalah kita diperintahkan oleh Allah untuk berdoa, yakni dengan memohon ampun kepada-Nya. Dengan memohon ampun maka pintu rezeki akan terbuka dengan lebar. Bukan hanya rezeki berupa uang dan harta benda, tetapi lebih dari itu, yakni rezeki perdamaian, rezeki keamanan, rezeki kebahagiaan, rezeki saling mempercayai satu sama lain, rezeki kasih sayang dan persatuan, termasuk rezeki pemimpin yang mampu memberikan jalan keluar bagi krisis multidimensi yang sudah sekian lama mendera kita.

Sementara itu, mengenai ayat 10-12 di atas Ibnu Katsir menyatakan bahwa apabila manusia berdoa meminta ampun kepada-Nya dan senantiasa menaati-Nya, niscaya Allah akan menambahkan rezeki dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu perahan, memperbanyak harta dan anak-anak, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam buah-buahan, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu untuk mereka yang bertobat.

Di bulan suci ini, mari kita doakan pemimpin kita agar kuasa memanggul amanah dari Allah. Kita berdoa agar pemimpin kita tidak mengalami seperti yang disabdakan Nabi: “Apabila seorang manusia yang diberikan kekuasaan memimpin rakyat mati, sedangkan di hari matinya dia telah mengkhianati rakyat, maka Allah mengharamkan surga kepadanya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan, bagi para pemimpin sendiri, pesan Nabi ini sebaiknya dipatrikan dalam hati. Jabatan bisa jadi jembatan menuju surga, tapi bakal mempercepat jalan ke neraka bila salah melaksanakannya.

Pada bulan di mana doa-doa dikabulkan ini, mari kita saling mendoakan. Doa terbaik, kata Nabi, adalah doa dari saudara untuk saudaranya. Nabi berwasiat: “Tidaklah seorang Muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, ‘amin’. Dan, bagimu seperti yang kau doakan” (HR. Muslim). Kita semua bersaudara. Pemimpin kita hakikatnya saudara kita. Bila diam-diam kita mendoakan kebaikan bagi mereka, maka diam-diam malaikat pun mendoakan kita. Akhirnya kita sama-sama berada dalam kebaikan, kebahagiaan, dan penuh cinta kasih.

Mahasuci Engkau Ya Allah yang telah menuntun kami berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu , dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. al-Hasyr/59: 10).***