Diskusi Dosen FDIKOM: Urgensi Dakwah Rahmatan Lil’alamin

Diskusi dosen FDIKOM UIN Jakarta

Diskusi dosen FDIKOM UIN Jakarta

Islam merupakan agama rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil’alamin). Islam merupakan agama yang mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan hidup bagi umat manusia. Dalam memberi kesempatan dosen menyebarkan gagasan atau ide nya, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) mengadakan Diskusi Dosen dengan tema “Dakwah Rahmatan Lil’alamin sebagai Perekat Ukhuwah: Upaya Meredam Konflik atas Nama Agama”, dengan pemateri Dr. Rubiyanah, M.A. bertempat di Meeting Room FDIKOM, Rabu (20/11).

Pemateri Diskusi Dosen, Dr. Rubiyanah, M.A menuturkan, Dakwah Rahmatan Lil’alamin penting dilakukan di Indonesia sebagai prinsip berdakwah karena, Indonesia adalah negara majemuk yang memiliki beragam suku, budaya, serta agama.

“Sebagai da’i kita harus bisa mempersatukan dan merekatkan nilai-nilai ukhuwah seperti arti di Alquran yang menyebutkan bahwa manusia itu memang diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Ayat itu mempertegas bahwa tidak ada suku yang paling benar diantara yang lain,” sebutnya.

Terdapat tiga konsep ukhuwah dalam Islam, yaitu pertama ukhuwah islamiyah yang menandakan solidaritas di antara sesama muslim, kedua yaitu ukhuwah wathaniyah yang menjelaskan persamaan hak antara masyarakat Islam maupun non-Islam di dalam kehidupan sosial, ketiga yaitu ukhuwah basyariyah yang menyatakan persaudaraan sesama manusia.

“Menjadi mahasiswa harus bisa menyikapi seluruh perbedaan dengan didasari pada pengetahuan yang didapat di kampus yaitu Islam yang penuh rahmatan lil’alamin walaupun banyak terdapat perbedaan diantara sesama,” tutupnya.

Moderator Diskusi Dosen, Ade Masturi M,A. Menuturkan, Dakwah Rahmatan Lil’alamin penting, karena akhir waktu kemarin banyak muncul da’i yang tidak menyuarakan nilai rahmatan lil’alamin. Mereka terjebak pada nilai fanatisme, serta selalu menyalahkan pihak lain tanpa melihat latar belakangnya.

“Inti dari dakwah rahmatan lil’alamin yaitu bagaimana kita bersikap dewasa terhadap lingkungan kita sendiri. Ketika kita tidak dewasa maka kita kan melakukan tindakan yang kontra-produktif,” jelasnya.

Mahasiswa perlu mendalami ilmu pengetahuan agar dengan hal tersebut mahasiswa dapat lebih dewasa dalam menyikapi persoalan yang terjadi di masyarakat khususnya terkait persoalan perbedaan.

(Chintia Desy Utami)

Sumber: Radio RDK 107.9 FM