Fidikom, Kemenag dan TNI AL Sukses Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji

Kementerian Agama bersama Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses mengadakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019.

Setelah melalui proses yang cukup panjang selama empat hari sebelumnya, tiba lah di penghujung hari terakhir sekaligus penutupan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019 yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) bersama Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Jakarta bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut bertempat di asrama haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede pada Jumat (23/11).

Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 18-22 November 2019 ini diikuti oleh 53 peserta diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari perwakilan TNI AL sebanyak 36 orang, perwakilan Pusat Pembinaan Mental Tentara Nasional Indonesia (Pusbintal) TNI sebanyak dua orang, perwakilan Markas Besar (Mabes) TNI sebanyak dua orang, perwakilan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI sebanyak satu orang, perwakilan TNI AD sebanyak dua orang, perwakilan TNI AU sebanyak dua orang, perwakilan Polri sebanyak dua orang, dan perwakilan Instansi luar sebanyak enam orang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Nizar mengatakan, kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019 ini merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan pembimbing manasik haji yang professional dan kemampuan menguasai manasik haji yang sempurna.

“Karena itu, konten dari isi materinya terkait aspek fiqhnya supaya memperoleh keabsahan, kesahihan, dan kesahan dari ibadah haji dan materi-materi yang terkait pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, materi yang juga disampaikan terkait leadership, psikologi, dan siko sosial,” ujarnya.

Ketua Tim Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019 Ade Marfuddin mengatakan, pada hari ini merupakan ujung dari kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019. 

“peserta lebih diutamakan kepada penguasaan materi-materi manasik khususnya praktik-praktik micro guiding yang perlu dicoba dan diujicobakan karena mereka akan berhadapan dengan calon jemaah haji,” ujarnya. 

Baik di daerah asal atau nanti saat menjadi petugas harus menguasai teknik, strategi dan metode manasik haji maka dilatih terlebih dahulu sebelum terjun ke masyarakat. Sistem Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional tahun ini. 

“sistemnya mereka harus mengikuti JPL (Jam Pelajaran) yang telah ditentukan sesuai dengan Juklak (Petunjuk pelaksanaan) yang ditentukan,” ungkapnya. 

Pada umumnya calon Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji harus mengikuti minimal 10 hari pelatihan dengan 100 JPL, namun khusus untuk di TNI Angkatan Laut ini tanpa mengurangi substansi dan kualitas materi-materi yang disampaikan bahkan walaupun dengan waktu pendek kurang lebih selama lima hari karena ada penugasan belajar di luar ruangan serta jam materi. 

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Bimbingan Jemaah Haji Direktorat Bina Haji Arsad Hidayat dalam sambutannya saat sesi Closing mengatakan, kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional ini merupakan suatu program yang menjadi salah satu program dari Direktorat Bina Haji. 

“Karena terus terang kami dari Ditjen PHU punya misi mewujudkan jemaah haji yang shaleh pribadi dan shaleh kerja,”ujarnya. 

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut pihak Direktorat Bina Haji mengadakan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji. 

“dengan Sertifikasi kita memperbanyak jumlah orang pembimbing manasik, pada akhirnya nanti diharapkan para pembimbing manasik ini bisa menciptakan jemaah-jemaah yang shaleh,” ungkapnya. 

Peserta Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2019 Letnan Kolonel Angkatan Laut Sarifudin mengatakan, kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji ini merupakan suatu terobosan bagus. 

“setidaknya mungkin kalau bisa lebih ditingkatkan lagi, jadi bukan hanya pada kalangan tertentu saja,” ujarnya. 

Maksudnya dari seluruh orang yang mungkin akan melaksanakan ibadah haji setidaknya ada pengetahuan dasar tentang apa yang perlu diketahui seorang pembimbing haji. 

Letnan Kolonel Ajudan Jenderal (CAJ) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Muftiono mengatakan, dalam mengikuti kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji ini banyak sekali materi yang didapatkan mulai dari mengenal Undang-Undang Nomor delapan tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sampai seputar persoalan ibadah haji yang tentu luar biasanya.

“saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan Sertifikasi Haji ini sehingga saya bisa dapat lebih introspeksi bahwa ternyata selama ini sudah sering kita melaksanakan kegiatan bimbingan tapi ternyata masih banyak kekurangan,” ujarnya. (ccw/mar)