Kesadaran Literasi di Era Post Truth

FIDIKOM Online— Rabu, 24 April 2019, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar International Lecture dengan tema “Australian Media, Policies and Politics: The Latest Research from University of Canberra” di ruang teater Prof. Dr. R Aqip Suminto, lantai 2 FIDIKOM.

Hadir sekaligus membuka acara tersebut Dekan FIDIKOM, Suparto, didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Suhaimi, serta segenap jajaran sivitas akademika FIDIKOM dan tamu undangan.

Dalam sambutannya dekan menyampaikan rasa terimakasih kepada para pembicara yang bersedia berbagi pengalaman tentang hasil studi mutakhir media dan politik di Australia. Menurut dekan, topik tersebut sangat relevan dengan cuaca politik di Indonesia menjelang dan pasca pemilu.

“Media menjadi alat propaganda dan klaim post truth yang sifatnya sangat subjektif.  Media mampu menggiring opini masa, apalagi media di era digital yang begitu mudah diakses di ujung jari.” Ujar Dekan.

International Lecture ini menghadirkan dua pembicara dari University of Canberra, Australia (UC), Barbara Walsh dan Kerry McCallum. Barbara Walsh adalah dosen senior dalam ilmu komunikasi dan menjabat sebagai wakil dekan (Associate Dean) untuk bidang pembelajaran terpadu pada Fakultas Seni dan Desain. Adapun Kerry adalah Professor di bidang riset media dan berita di UC, sekaligus menjabat sebagai Direktur Akademik di program pascasarjana UC.

Dalam paparannya, Kerry berbagi pengalaman mengenai sebuah Pusat Penelitian Berita dan Media di UC. Pusat Penelitian ini menghimpun dosen-dosen dan mahasiswa P.hD dari berbagai disiplin ilmu namun riset mereka terkait dengan kajian berita dan komunikasi. Ia lebih lanjut menjelaskan tiga klaster riset yang dibangun oleh lembaga ini. Pertama, studi dan laporan rutin tentang konsumsi media. Kedua, studi tentang isu-isu yang berkembang di media serta menjadi pembicaraan masyarakat (national conversation). Dan yang ketiga, hubungan antara media dan masyarakat. Ketiga klaster ini, menurutnya, adalah distingsi dan kebanggaan dari pusat riset di kampusnya.

Pada bagian terakhir dari presentasinya, Kerry memaparkan riset terkini tentang konsumsi media di Australia. Menurutnya, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2018 kepercayaan masyarakat Australia terhadap media nasional relatif tinggi (high trust) sekitar 50%, dan pada saat yang sama kepercayaan masyarakat Australia terhadap berita-berita di media sosial semakin menurun. Hal ini menurutnya disebabkan oleh level pendidikan dan tingginya kesadaran literasi di masyarakat Australia.

Tingginya kesadaran literasi masyarakat Australia dalam menyikapi sebuah pemberitaan tentu saja merupakan pengalaman yang patut di contoh oleh masyarakat Indonesia. Saat ini tingkat kesadaran literasi masyarakat Indonesia masih dalam kategori rendah, hal ini dapat dilihat dari maraknya produksi dan penyebaran hoax di media sosial. Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran literasi agar tidak turut serta menyebarkan berita hoax atau berita-berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.