Mahasiswa Jurnalistik Diminta Agar Tidak Ber-Euforia

Pekan lalu, Ketua Konsentrasi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Kholis Ridho, M.Si., menegaskan kepada para mahasiswa Jurnalistik untuk tidak ber-euforia atau merasa senang berlebihan, saat menunggu pembacaan Surat Keputusan (SK) tentang Jurnalistik yang berubah menjadi sebuah Program Studi (Prodi). Kholis Ridho mengaku, pengajuan Prodi sudah dilakukan pada 22 September lalu, dan Surat Keputusan Prodi akan dikeluarkan pada sepuluh November mendatang. Seperti yang diketahui, konsentrasi Jurnalistik telah menginduk di bawah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) selama sebelas tahun. Tahun 2015 inimerupakan penentu akan kemajuan Jurnalistik sebagai Prodi baru. Bagaimana mahasiswa Jurnalistik memandanghal tersebut?

Mahasiswa Jurnalistik semester tiga, Fika, merasa bersyukur akan kabar tersebut dan tidak mempermasalahkan tentang euphoria. Menurut Fika, hal terpenting setelah pembacaan SK, para mahasiswa dapat merayakannya. Namun tidak dalam hal yang berlebihan.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik lainnya, Aisyah, mengaku senang, karena universitas sudah memberi kepercayaan kepada Jurnalistik untuk menjadi Prodi sendiri. Aisyah juga menegaskan agar mahasiswa tidak terlalu ber-euforia, karena dengan adanya penentuan SK tersebut, justru menjadi tanggung jawab untuk ke depannya, untuk menjawab apakah sudah pantas Jurnalistik berdiri sendiri menjadi Prodi.

 

http://newsroomrdk.blogspot.co.id/2015/10/mahasiswa-jurnalistik-diminta-agar.html